Cerita si pemimpi & si pemberani.
Ketika aku berani bermimpi, aku berani menghadapi kenyataan.
Ketika aku berani membuat pilihan, aku berani dan siap dengan segala konsekuensi.
Sungguh telah berani kah aku?
Dengarkanlah cerita-ku dan kamu mungkin akan mengerti kenapa aku telah menjadi si pemberani…
Aku, dulu hanyalah si pemimpi dengan banyak impian dan angan-angan.
Aku tak pernah tahu sebelum nya bahwa hidup bukan hanya tentang impian dan angan-angan. Haha
Betapa bodohnya aku!
Lalu hidup-ku jadi sedikit demi sedikit berubah saat aku salah satu impian-ku dikabulkan. *Meski kini ku sadari, impian ini bukan dikabulkan tapi lebih dipaksa-kan sehingga menjadi impian yg dikabulkan.*
Impian yg mana-kah itu?
Impian yg ini, teman. Impian bahwa aku pernah berharap aku bisa pergi berpetualang dan belajar jauh di negeri ini. Di negeri terasing.
Senang kah aku saat impian ini terkabulkan?
Ku jawab pertanyaan ini 2 kali jika boleh…
1. Senang sekali sehingga aku tetap berani terus bermimpi. Karena aku yakin bahwa impian-impian ku akan bisa terkabul satu demi satu. Aku, si pemberani dengan banyak impian!
Aku telah belajar banyak saat impian ini terkabulkan, aku tidak pernah menyesali impian ini terkabulkan. Tapi, andai jika bisa…
2. Ku tak ingin lagi punya mimpi ini.
Kenapa? Ternyata meskipun aku telah punya begitu banyak pengalaman dari impian ini, aku ternyata… lebih banyak kehilangan.
Kehilangan begitu banyak hal… sampai-sampai aku mulai mempertanyakan, “begitu indah-nya impian ini hingga aku harus kehilangan begitu banyak hal untuk membuat nya nyata?”
Aku, si pemberani tanpa impian lagi.
Ternyata, impian ini telah mengajarkan aku untuk menyadari bahwa akan akan banyak konsekuensi di balik pilihan yang dibuat.
Impian ini menyadarkan aku bahwa dalam hidup aku tak bisa memiliki semua yg aku mau.
Jadi, siapa aku sekarang? Si pemberani?
Aku tak yakin pasti. Yang aku tahu, si pemimpi ini telah belajar jadi si pemberani yang tahu saat ia bermimpi, ia harus siap bangun dengan kenyataan yg berbeda.
Belajar dari impian, hadapi kenyataan. Jadilah pemberani.
February 16th, 2006 at 4:52 am
Sesama dreamer soul….,
and it’s so true about: Aku tak yakin pasti. Yang aku tahu, si pemimpi ini telah belajar jadi si pemberani yang tahu saat ia bermimpi, ia harus siap bangun dengan kenyataan yg berbeda. The Problem is: are we ready to face the reality? kata2 itu bahkan ga berani aku tanyakan ke diriku sendiri… sampe akhirnya Nonny, temanku, bilang kamu kalo mimpi jangan ketinggian ntar JATUH.. kalo ga sesuai kenyataan,… sempet bikin down. Coz somehow it’s true, tapi ini pilihanku… jadi pemimpi dengan pandangan remeh orang, kegagalan, kenyataan pahit he he… yang membuat rapuh.. Seiring waktu, aku pengen menetapkan kalo memang mimpi2 ini yang akan selalu jadi motivasiku jalanin this journey we called life (i read ur blog Never ending… so interesting)Dan ga akan berhenti memelihara Harapan Untuk mimpi ini, sampai jalan terputus :)Cause “i believe when one stop dreaming, this earth will stop turning” he he Keep Dreaming, U’re great !! Ur blogs inspires me a lot… !! Be blessed ++
Hi.. Renny Same as u did, i’ have those big dreams in my life